Operasi Pasar Sasar Wilayah Terpencil, Disperindag Bersinergi Dengan Dishub Kukar
POSKOTAKALTIMNEWS.COM, KUKAR : Dinas
Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar bersinergi dengan Dinas
Perhubungan, dalam mendukung pelaksanaan operasi pasar murah yang aksesnya
sulit di jangkau.
Kepala
Disperindag Kukar Arfan Boma Pratama mengatakan, ada beberapa daerah terpencil
yang selama ini tidak bisa terjangkau untuk melaksanakan operasi pasar murah.
Salah satu daerah tersebut yakni Desa Jantur, yang sebagian besar aksesnya
adalah perairan.
"Di jantur
itu populasi masyarakatnya sangat tinggi, sehingga tepat jika operasi pasar
murah dilaksanakan di Jantur. Tapi kita terkendala dengan penyeberangan,"
ucap Arfan Boma kepada poskotakaltimnews
usai rakor, di ruang rapat Sekretaris Daerah, Rabu (18/10/2023).
Sementara kapal
penyeberangan juga tidak berani menyeberangkan kendaraan bermuatan beberapa
komoditas pangan yang sangat berat.
"Jadi kita
bersinergi dengan Dishub, untuk membantu transportasi airnya," ungkapnya.
Ia juga
menyebutkan, pelaksanaan operasi pasar murah pada rencana sebelumnya akan
dilaksanakan di 300 titik, yang menyasar ke seluruh Kecamatan se Kukar.
"Tapi usai
kita rakor kembali, untuk sasaran targetnya hingga 6 Desember yakni 128 titik.
Penyusutan target tersebut dikarenakan adanya aturan baru dari Bulog usai
melaksanakan operasi pasar sebanyak 56 kali," jelasnya
Karena selama
ini pelaksanaan operasi pasar murah Disperindag Kukar bekerjasama dengan Bulog
Samarinda. Dalam hal ini pemerintah daerah yang mensubsidi ongkos angkutnya,
dan selama ini subsidi ongkos angkut menggunakan pola tarif subsidi silang.
"Penyusutan target ini bukan berarti terjadi penurunan kinerja," ujarnya.
Pihaknya
optimis 128 titik tersebut bisa diselesaikan tepat waktu, karena setiap
Kecamatan bisa dilaksankan 6-7 titik. Namun hal itu sifatnya tentatif.
(adv/riz)